Rabu, 06 April 2011

Larangan Melakukan Shalat Sunnah Ketika Matahari Terbit dan Terbenam

Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam tidak meninggalkan shalat dua rakaat setelah ashar." Kata perawi, "Aisyah mengatakan, 'Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam bersabda, "Janganlah kamu memilih untuk shlata tepat ketika matahari terbit dan terbenam, lantas kamu melakukan shalat pada waktu tersebut." (Hadits dituturkan oleh Muslim)

Shalat Lima Waktu Sebagai Penghapus Dosa Antara Satu Shalat Dengan Yang Sesudahnya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam bersabda, "Shalat lima waktu adalah pelebur dosa antara satu shalat dengan yang lain. Begitu pula shalat Jum'at hingga Jum'at berikutnya, selama tidak dilakukan dosa besar. Puasa Ramadhan hingga Ramadhan berikutnya adalah pelebur dosa antara keduanya apabila dosa besar dijauhi." (Hadits dituturkan oleh Muslim)

Selasa, 05 April 2011

Kisah Perang Uhud (Bagian II)

Genderang perang semakin nyaring saja bunyinya, kuncuran darah, ringkikan kuda, dencing suara pedang semakin menambah warna kental suasana bumi Uhud saat itu. Perang berkecamuk merata di setiap titik bak kobaran api menjalar membakar rerumputan kering, jagoan-jagoan Islam benar-benar menampakkan kehebatan dan kepiawaian mereka dalam putaran perang kali ini, militansi pasukan Islam merupakan buah dari kekuatan iman yang merasuk dan terpatri kuat dalam hati mereka, seakan-akan iman telah memenuhi setiap pembuluh darah mereka, kecilnya jumlah tak menyiutkan nyali para pejuang demi tegaknya agama Allah Subhanahu wa ta'ala di muka bumi. Mereka begitu yakin bahwa kematian tidak akan dipercepat dengan perang dan tidak pula diundur dengan meninggalkannya. Bermodalkan iman dan semangat membaja mereka bertawakal kepada Rabbul Alamin menggadaikan nyawa mereka demi kenikmatan abadi disisi Allah subhanahu wa ta’ala –Al-Jannah (surga). 

Kisah Perang Uhud (Bagian I)

Kaum Quraisy seperti Ikrimah bin Abu Jahal, Shafwan bin Umayah, dan Abu Sufyan bin Harb - (sebelum mereka masuk Islam) bangkit sebagai pelopor-pelopor yang sangat getol mengorbankan api balas dendam terhadap Islam dan pemeluknya. Para orator ulung bangsa Arab tersebut menempuh langkah-langkah jitu untuk memuluskan program balas dendam tersebut, mula-mula mereka melarang warga Makkah meratapi kematian korban tewas perang Badar kemudian menunda pembayaran tebusan kepada pihak muslim untuk membebaskan tawanan Quraisy yang masih tersisa di Madinah. Mereka sibuk menggalang dana untuk menyongsong aksi balas dendam, mereka datang kepada para pemilik kafilah dagang Quraisy yang merupakan pemicu utama terjadinya perang Badar, seraya menyeru: ”Wahai orang-orang Quraisy! Sungguh Muhammad telah menganiaya kalian serta membunuh tokoh-tokoh kalian! Maka bantulah kami dengan harta kalian untuk membalasnya! Mudah-mudahan kami bisa menuntut balas terhadap mereka.”

Kewajiban Shalat Masing-masing Dua Rakaat

Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa shalat itu pertama kali difardhukan dua rakaan. Lalu, ditetapkanlah shalat dalam bepergian (dua rakaat) dan disempurnakan bilangan rakaat shalat bagi yang tidak bepergian (mukim). Az-Zuhri mengatakan, "Saya bertanya kepada Urwah, 'Bagaimana dengan Aisyah yang menyempurnakan jumlah rakaat dalam shalat safar?' Urwah menjawab, "Aisyah membuat takwil (penafsiran) sebagaimana yang dilakukan oleh Utsman." (Hadits dituturkan oleh Muslim)