“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali ‘Imran: 85).
Sabtu, 23 April 2011
Larangan Shalat Setelah Shalat Ashar dan Setelah Shalat Subuh
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam melarang shalat setelah shalat ashar hingga matahari terbenam, dan setelah shalat subuh hingga matahari terbit". (Hadits dituturkan oleh Muslim)
Yang Berkenaan Dengan Shalat Wustha
Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, "Orang-orang musyrik pernah menghalangi Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam dari mengerjakan shalat ashar, sehingga matahari memerah atau menguning. Maka, Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassala, "Mereka telah menghalangi kita untuk shalat Wustha, yaitu shalat ashar. Semoga Allah memenuhi rongga tubuh dan kubur mereka dengan api". (Hadits dituturkan oleh Muslim)
Rabu, 20 April 2011
Beratnya Resiko Orang Yang Meninggalkan Shalat Ashar
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam bersabda, "Orang Yang Meninggalkan shalat Ashar bagaikan orang yang kehilangan keluarga dan hartanya." (Hadits dituturkan oleh Muslim)
Kamis, 07 April 2011
Awal Waktu Shalat Ashar
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam melakukan shalat ashar ketika matahari masih tinggi dan panas. Kemudian seseorang pergi ke tanah yang tinggi, maka sesampai di sana matahari pun masih tinggi.
Al-Ala' bin Abdurrahman berkata, "Kami pernah mendatangi Anas bin Malik di rumahnya di Bashrah ketika dia pulang dari shalat zuhur, sedangkan rumahnya di samping masjid. Ketika kami masuk ke rumahnya, dia bertanya, "Apakah kamu telah melakukan shalat ashar?" Kami menjawab, 'Kami baru saja pulang dari shalat zuhur.' Dia berkata, 'Kerjakanlah shalat ashar!' Kami pun kemudian mengerjakan shalat ashar. Ketika kami kembali, dia berkata, Saya telah mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam bersabda, "Demikian itu adalah shalat orang munafik, yang duduk mengintai matahari (menganggap waktu masih lama). Sehingga, apabila matahari telah berada di antara dua tanduk setan (hampir terbenam), barulah dia mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa empat rakaat tanpa mengingat Allah di dalam shalat kecuali sebentar saja."
(Hadits dituturkan oleh Muslim)
Al-Ala' bin Abdurrahman berkata, "Kami pernah mendatangi Anas bin Malik di rumahnya di Bashrah ketika dia pulang dari shalat zuhur, sedangkan rumahnya di samping masjid. Ketika kami masuk ke rumahnya, dia bertanya, "Apakah kamu telah melakukan shalat ashar?" Kami menjawab, 'Kami baru saja pulang dari shalat zuhur.' Dia berkata, 'Kerjakanlah shalat ashar!' Kami pun kemudian mengerjakan shalat ashar. Ketika kami kembali, dia berkata, Saya telah mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam bersabda, "Demikian itu adalah shalat orang munafik, yang duduk mengintai matahari (menganggap waktu masih lama). Sehingga, apabila matahari telah berada di antara dua tanduk setan (hampir terbenam), barulah dia mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa empat rakaat tanpa mengingat Allah di dalam shalat kecuali sebentar saja."
(Hadits dituturkan oleh Muslim)
Shalat Zuhur di Awal Waktu
Khabbab r.a. berkata, "Kami datang kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam lalu kami mengadu mengenai teriknya matahari, namun beliau tidak menerima pengaduan kami (untuk penundaan shalat zuhur)." Kata Zuhair, "Saya bertanya kepada Abu Ishaq, 'Apakah sudah Zuhur?' Dia menjawab, "Ya" Saya bertanya lagi, "Apakah segera kita melakukan shalat." Dia menjawab, "Ya" (Hadits dituturkan oleh Muslim)
Langganan:
Postingan (Atom)